Selasa, 14 Desember 2010

10 menit mengenal Typography lebih dalam.. :D

1. Apa itu Typgoraphy (Tipografi)
Typography yang berasal dari kata Yunani Typos = bentuk dan graphein = menulis yang merupakan seni dan teknik mengatur huruf menggunakan gabungan bentuk huruf cetak, ukuran huruf, ketebalan garis, spasi antar huruf, garis pandu dan jarak antar baris.
Sumber:
http://bloggingly.com/apa-itu-typgoraphy-tipografi/

2. Bentuk Font
Berdasarkan bentuknya, para pakar tipografi umumnya membagi jenis huruf ke dalam dua kelompok besar: serif dan sans serif. Lalu ada kelompok ketiga dan keempat yang disebut script dan dekoratif. Jenis serif dan sans serif pun berbeda-beda, tapi mari sebelumnya mengetahui perbedaan serif dan sans serif.
Serif
Serif adalah kelompok jenis huruf yang memiliki “tangkai” (stem). Lihatlah font Times New Roman, Bodoni, Garamond, atau Egyptian misalnya. Persis mendekati ujung kaki-kaki hurufnya, baik di bagian atas maupun bawah, terdapat pelebaran yang menyerupai penopang atau tangkai. Menurut sejarah, asal-usul bentuk huruf ini adalah mengikuti bentuk pilar-pilar bangunan di Yunani Kuno. Seperti kita ketahui, bagian atas dan bawah tiang pilar memang lebih besar agar bisa membuat pilar lebih kokoh.
Contoh / ilustrasi :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHZK0rsgNllxO_KkWZ7etlPEIHTvUNMzq-VUW0MWmFScj4ltvVOnFBBYlEpmSHlHlD4ALFQmZ-eRnZb8BESx7vEkoNJvPPEbmOKdjGgaed5urKKcOgl8m7UJ3VJRwjjXHP5BiZvvIAV96A/s1600/font-serif-dan-sans-serif-(1).jpg
3. Sans Serif
Sans serif (atau “tanpa” serif) adalah jenis huruf yang sebaliknya: tidak memiliki tangkai. Ujung-ujung kakinya polos begitu saja. Contohnya Arial atau Helvetica (Catatan: meski amat mirip dan sering saling mensubstitusi satu sama lain, kedua font ini tidaklah mirip persis. Cobalah sekali-kali Anda cetak contoh huruf dalam ukuran besar dan amati perbedaan-perbedaan tipis kedua font ini.) Contoh lain jenis huruf sans adalah ITC Officina Sans, yaitu font yang digunakan di mwmag yang sedang Anda baca ini.
Kegunaan tangkai serif. Pada ukuran teks kecil, seperti seukuran tulisan teks di surat kabar atau buku, umumnya tangkai pada kaki-kaki font serif membantu agar tulisan mudah dibaca. Mengapa? Karena tangkai font serif membantu membentuk garis tak tampak yang memandu kita mengikuti sebuah baris teks. Karena itulah kita banyak menjumpai buku-buku dilayout dengan serif. Menurut penelitian, seseorang yang membaca font serif bisa lebih tahan membaca karena tidak mudah lelah—akibat adanya bantuan dari tangkai serif tadi. Tapi pada kondisi-kondisi berikut ini: a) huruf amat kecil (seperti tulisan bahan-bahan di label makanan); b) huruf amat besar (seperti di plang-plang merek) yang harus dilihat dari jauh; c) di layar monitor; huruf sans serif kadang lebih mudah dibaca. Mengapa? Karena justru kaki-kaki font serif memperumit bentuk huruf sehingga sedikit lebih lama dibaca. Jika huruf kecil sekali atau pada resolusi rendah seperti di layar monitor, kaki serif bisa tampak bertindihan dan menghalangi pandangan. Karenanya kita banyak melihat plang rambu lalu lintas menggunakan huruf yang sesederhana mungkin agar bisa cepat dibaca, dan di halaman web banyak dipakai font serif karena lebih mudah dibaca pada ukuran kecil/layar kasar.
Jenis-jenis serif. Serif tiap jenis huruf pun dapat berbeda-beda. Huruf-huruf masa lama (Old Style) seperti Garamond dan huruf-huruf masa transisi (Transitional) seperti Times New Roman misalnya, memiliki tangkai yang sudutnya lengkung. Sementara pada huruf-huruf masa modern seperti Bodoni, tangkainya bersudut siku. Ada lagi yang bersudut siku pula, tapi relatif tebal/tinggi. Contohnya Egyptian. Tipe serif seperti Egyptian kadang disebut slab serif. Beberapa huruf unik tertentu memiliki tangkai serif negatif, yaitu tangkai yang masuk ke sisi dalam kaki sehingga ujung kaki nampak lebih kecil dari batang kakinya.
Contoh font Sans Serif :



slidemaker.wordpress.com

Sumber: http://www.master.web.id/mwmag/issue/06/content/tutorial-tipografi-1/tutorial-tipografi-1.html\

4. Paduan Penggunaan Font
a. Penulisan Judul/header
Jenis Font yang sebaiknya digunakan pada penulisan Judul adalah Arial, Verdana atau Times New Roman
http://fiona42.wordpress.com/category/tugas-akhir/typografi/
Sesuaikan jenis font dengan jenis, isi, dan sasaran tulisan.
Contohnya: Jika sasaran tulisan adalah anak-anak dan tulisan kita bukan tulisan ilmiah, tak ada salahnya kita memilih font yang sesuai dengan karakter anak. Bisa ceria, tidak serius, dan lucu seperti comic sans atau chalk.
Jika tulisan kita berisi pembahasan mengenai teknologi, maka sebaiknya menghindari penggunaan tulisan yang klasik atau arkais. Sementara, jika tulisan kita diperuntukkan bagi remaja putri, font yang bersifat feminin dan agak "centil" boleh juga menjadi pilihan.
Ukuran dan ketebalan huruf harus lebih menonjol dari pada font isi.
Walaupun mempergunakan font yang sama alangkah lebih baik jika kita lebih menonjolkan font pada Header dengan cara memperbesar atau menebalkan font tersebut sehingga jelas font yang dimaksud adalah header.

b. Penulisan Isi/Kontent
> Setiap tulisan tentu harus jelas dibaca oleh karena itu utamakanlah keterbacaan.
Contohnya: Dalam ukuran kecil, font dari keluarga sherif memiliki tingkat keterbacaan yang relatif lebih tinggi dibandingkan font dari keluarga sans sherif.
Demikian juga kerapatan dan tebal font. Dalam ukuran kecil, font dengan kerapatan yang padat atau tulisan font yang tebal akan terlihat kabur. Sebaliknya, font yang terlalu tipis kadang-kadang kurang jelas saat dicetak atau diprint.
Sesuaikan jenis font dengan jenis, isi, dan sasaran tulisan.
Sama dengan Penulisan pada Judul.
Sebaiknya jangan terlalu banyak menggunakan jenis font dalam satu tulisan.
Cukup satu jenis font yang sesuai untuk satu judul tulisan.
Lebar Paragraf
Hal ini sangat penting, karena sangat mempengaruhi kenyamanan membaca. Coba bayangkan paragraf yang lebar di halaman website dengan artikel yang panjang. Kita sampai harus perlu memutar kepala sedikit (dari kiri ke kanan) untuk membaca artikel tersebut. Saya jamin kita hanya akan bertahan 1-2 paragraf saja!

Idealnya paragraf tidak terlalu lebar (dan tidak terlalu pendek), harus di sesuaikan dengan besar font juga. Untuk ini memang kita harus mencoba langsung membaca paragraf yang kita desain untuk menemukan lebar yang ideal. Jika kita masih menggerakan kepala lumayan sering, itu artinya kita harus mengatur kembali lebar paragraf tersebut.

Warna
Warna pada font biasanya di sesuaikan dengan background. Jika background berwarna (foto) maka lebih baik menggunakan 1 warna font yang netral (putih misalnya). Yang pasti harus menghasilkan kontras yang cukup, sehingga tetap nyaman di baca dan tidak ‘menusuk’ mata.

Leading
Leading adalah jarak spasi antara kalimat atas dan bawah dalam satu paragraf. Biasanya elemen ini jarang di utak-atik oleh kebanyakan desainer. Padahal leading yang di atur dengan baik akan membuat pembaca tidak merasa lelah jika mereka membaca suatu artikel yang panjang.

Jarak yang di hasilkan jika kita memainkan leading akan memberikan kesan ruang kosong (whitespace). Yang tentu saja membuat mata tidak cepat lelah saat melihat teks yang begitu banyak.

Berat dan Ukuran
Kita bisa memainkan berat (tebal tipis) dan ukuran (besar kecil) font, untuk memberikan emphasis (elemen mana yang akan di baca atau di tampilkan terlebih dahulu). Sehingga secara tidak langsung pembaca akan di tuntun sesuai dengan flow yang kita mau.

Cara ini juga untuk mencegah pembaca pusing akan bagian mana yang seharusnya di lihat terlebih dahulu. Salah urutan dalam membaca akan mengakibatkan informasi yang kita sebarkan susah di mengerti.

Sumber: http://www.anneahira.com/font.htm
http://depromosign.blogspot.com/2010/10/tutorial-bedah-desain-struktur-blog-dan.html
http://www.krucil.com/archive/index.php/t-79483.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar